Rabu, 20 Juni 2012

Sejarah Turunnya Al-Qur'an

Ketika menginjakkan usianya yang keempat puluh tahun Nabi Muhammad Saw lebih banyak bertahanus dari dari pada waktu waktu sebelumnya, pada bulan Ramadhan beliau membawa perbekalan yang lebih banyak dari biasanya. Pada malam 17 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 6 Agustus tahun 610 masehi disaat Nabi Muhammad Saw bertahanus digua Hira, tiba- tiba datang malaikat Jibril membawa tulisan dan menuyuruh Nabi Muhammad Saw supaya membacanya. “Bacala” kata malaikat Jibril. Nabi Muhammad Saw terperanjat, seraya berkata;” aku tidak apat membaca “. Lalu malaikat Jibril merengkuh Nabi Muhammad Saw beberapa kali, sehingga nafasnya sesak, llu dilepaskannya , dan malikat menyuruhnya membaca lagi, ; “Bacalah” kata malaikat Jibril namun Nabi Muhammad Saw tetap menjawab ; “Aku tidak dapat membaca” begitulah kejadiannya berulang sampai tiga kali. Keudian malaikat Jibril membimbig Nabi Muhammad Saw membaca wahyu yang dibawanya yaitu surah Al- Alaq.surah Al-Alaq adalah adalah wahyu yang pertama diterima Nabi Muhammad Saw dengan peristiwa ini beliau telah diangkat sebagai Rasul Allah Swt.
Al-Qur’an seluruhmya terdiri atas 30 juz, 114 surah, diwahyukan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw secara berangsur- angsur dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Qur’an diturunkan berangsur-angsur dengan maksud :
·         Agar mudah dimengerti, dihafal, dan diamalkan
·         Sebagai jawaban spontan permasaahan yang timbul
·         Turunnya ayat sesuai dengan peristiwa- peristiwa yang terjadi
Al-Qur’an diwahyukan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw dengan berbagai macam cara keadaan, diantaranya ialah sebagai berikut:
·         Malaikat memasukkan wahyu wahyu kedalam hati Nabi Muhammad Saw,dalam hal ini Nabi Muhammad Saw tidak melihat suatu apapun, beliau hanya merasa bahwa wahyu sudah berada dalam hatinya. Mengenai hal ini, mabi Muhammad Saw mengatakan “ Ruhul qudus mewahyukan kealam kalbuku “.
·         Malaikat menampakkan dirinya kepada Nabi Muhammad Saw,berupa seorang laki- laki yang mengucapkan kata- kata kepada Nabi Muhammad Saw, sehingga beliau mengetahui dan hafal akan kata- kata tersebut.
·         Wahyu turun kepada Nabi Muhammad Saw, seprti gemerincingnya lonceng. Cara turunnya Wahyu yang seperti ini sangat berat bagi Nabi Muhammad Saw. Kadang –kadang keningnya keluar keringat, meskipun turunnya wahyu pada musim dingin. Kadang- kadamg unta yang dikendarai oleh Nabi Muhammad Saw berhenti dan duduk, karena mersa beratnya, bia wahyu turun disaat Nabi Muhammad Saw mengendarai untanya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Zait bin Tsabit yang artinya : “Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada kepada Rasulullah Saw ketika turunnya Wahyu itu seakan- akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata, kemudian setelah selesai turunnya Wahyu, barulah beliau kembali seperti biasa”.
·         Malaikat Jibril menampakkan dirinya yang asli kepada Nabi Muhammad Saw.



0 komentar:

Posting Komentar